Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan – Ilmu Penyakit Dalam
Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI)
Manajemen udem paru akut
Dr.Iwang Gumiwang SpPD-KKV, SpJP, M Epid
Pendahuluan
Perdefinisi udem paru akut (UPA) adalah terjadinya penumpukan cairan secara masif di rongga alveoli yang menyebabkan pasien berada dalam kedaruratan respirasi dan ancaman gagal nafas. Pasien dengan gambaran klinis UPA ini sulit kita lupakan terutama bila kita pernah bekerja di ruang gawat darurat. Kita akan melihat seorang pasien yang datang dalam kedaruratan pernafasan dan tampak pasien ingin sekali mendapat pertolongan secepat mungkin. Pembahasan manajemen klinis dimulai dari saat ini dimana kita perlu segera mendiagnosis dengan cepat tetapi akurat. Berbagai pertanyaan rutin yang timbul dalam manajemen UPA adalah: Apakah pasien menderita udem paru akut?. Latar belakang penyakit apa yang mendasari udem parunya? Bagaimana cara mendiagnosis secara cepat dan bagaimana membedakan latar belakang penyebab udem paru ini?. Bagaimana manajemen terapi yang paling efektif?.
Dengan melihat perbedaan besarnya permasalahan dan perbedaan dalam patofisiologi, udem paru dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu udem paru yang disebabkan oleh faktor kardiak (UPA-kardiogenik) sering disebut pula sebagai udem paru hidrostatik / hemodinamik yang merupakan mayoritas kasus dan udem paru yang disebabkan oleh faktor non-kardiak (UPA-non kardiogenik) yang sering juga disebut sebagai acute lung injury, acute respiratory distress syndrome (ARDS) atau udem paru karena peningkatan permeabilitas. Dari penampilan klinis kedua jenis UPA ini sulit dibedakan.
Karena kedua jenis UPA ini berbeda dalam etiologi, patofisiologi, terapi dan prognosisnya maka pengetahuan dan pemahaman kita harus cukup untuk dapat dengan segera membedakan keduanya dan mengarahkan kepada manajemen yang efektif.
Kasus udem paru khususnya UPA kardiogenik semakin hari jumlahnya semakin meningkat seiring dengan meningkatnya populasi geriatri, meningkatnya kasus gagal jantung kronik terutama pasien yang selamat dari serangan infark miokard akut, meningkatnya kasus hipertensi dan kasus khusus misalnya gagal ginjal kronik, preeklampsi berat dan prevalensi penyakit mitral khususnya stenosis mitral (1).
Pada tulisan ini akan dibicarakan mengenai perbedaan patofisiologi, cara mendiagnosis kedua jenis UPA tersebut. Pembicaraan tentang manajemen terapi akan difokuskan kepada manajemen UPA kardiogenik.
Jika mau jawab soal pertanyaan klik
Jika mau download file pdf